program management produk
8.1
Konsep Produk Baru
Dinamika
lingkungan bisnis berdampak pada perubahan selera dan preferensi
pelanggan.perubahan ini pada gilirannya menuntut inovasi dan kreatifitas setiap
organisasi agar dapat menyempurnakan produk yang sudah ada dan mengembangkan
produk baru dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup dan profiltabilitas
perusahaan.
Pengembangan produk baru tidak lepas dari biaya,ketidakpastian dan
risiko kegagalan menurut cooper (1993),mayoritas program penegmbangan produk
baru gagal mencapai pasar sasaran dan dari produk baru yang benar-benar dapat
mencapai pasar,sekitar 35% diantaranya mengalami kegagalan.konsep produk baru
dapat di telah menjadi 2 perspektif
yakni:
1. baru
bagi pasar ( new to market) yang mengandung arti belum ada perusahaan yang
memproduksi atau memasarkan produk tersebut sebelumnya dan/atau.
2. Baru
bagi perusahaan bersangkutan (new to the firm) artinya peusahaan-perusahaan
lain sudah memasarkan produk tersebut tetapi perusahaan bersangkutan belum
memasarkannya.
Secara garis besar,aktivitas pengembangan produk baru bisa
menghasilkan 6 macam tipe produk baru.
1.produk baru bagi dunia (new to the world products),yaitu
produk-produk yang menciptakan pasar yang sama sekali baru dan dan membentuk
siklus hidup produk yang baru.contohnya,telepon
genggam,penyeranta(pager),kamera digital.PDA (personal digitl assistant)
ATM(anjungan tunai mandiri) microwave,mesin faks,mesin fotokopi,dan popok
pampers sewaktu pertama kali di perkenalkan.
2. lini produk baru ( new product line),yaitu produk-poduk
yang baru bagi perusahaan,namun di luncurkan bagi pasar yang sudah ada contohnya,wings
yang basis utamanya adalah produk sabun cuci,akhirnya juga merambah bisnis
minuman.contoh lain Hewlett-Packard yang telah lama memproduksi printer,mulai
memasarkan pula komputer personal di pertengahan dekade 1990-an.
3. perluasan lini (line extension),yaitu produk baru yan
memungkinkan perusahaan memperluas pasar yang di layani dengan menawarkan
manfaat yang berbeda misalnya so klin memperluas lini menjadi so klin power dan
so klin higinis.
4. penyempurnaan produk yang telah ada( improvements to existing
products),yaitu produk-produk yang biasanya dirancang untuk mengantikan
penawaran produk yang sudah ada.bentuk poduk baru
5-6
seperti ini banyak dijumpai dalam industri otomotif,peralatan
elektronik komputer,dan pembukuan.contohnya mikroprosesor pentium IV,windows
vista,sony play station 3,SPSS versi 14,dan seterusnya.
5. repositioning yaitu pengembangan teknis yang memungkinkan
suatu produk menawarkan aplikasi baru dan melayani kebutuhan yang baru
contohnya,hemaviton yang dulu digunakan untuk orang yang lesu darah,kini di
posisikan sebagai suplemen untuk mendukung vitalitas tubuh.sempoa yang dulu
digunakan sekadar sebagai alat bantu perhitungan sekarang mulai di manfaatkan
untuk kurus pengembangan intelenjensi dan kemampuan berhitung anak-anak.
6.pengurangan biaya (cost reductions),yaitu versi dari produk
yang ada yang dapat memberikan kinerja setara pada tingkat harga yang lebih
murah.contohnya produk dengan kemasan baru berupa refill (isi ulang)
8.2 Timing Memasuki Pasar : Pionir vs Imitator
Istilah pionir mempunyai beberapa macam
lingkup definisi,definisi yang paling luas dirumuskan dalam data PIMS(BUZZEL
& GALE 1987) yang menyatakan bahwa pionir adalah perusahaan yang pertama
kali mengembangkan suatu produk atau jasa.menurut kalyanaram robinson &
urban (1995) pionir adalah perusahaan
yang pertama kali masuk ke suatu pasar baru.sementara itu schnaars (1994) yang
merumuskan pionir sebagai perusahaan yang memperkenalkan suatu produk ke pasar
dan pertama kali menjualnya dengan sukses jadi kriteria utama pionir lebih di
tekankan pada keberhasilannya dalam memasarka suatu produk pertama kali ke
pasar baru.sebagai contoh,perushaan-perusahaan pionir seperti coca cola
eastman,kodak,xerox,Hallmark Campbell dan Amazon.com mendominasi pasar hingga
saat ini (kotler,2000).
Berbagai literatur pemasaran mengungkap
paling tidak sembilan aspek yang di yakini sebagai keunggulan pionir(brown
1997,D aveni,1994 jain 2000; robinson,1988;scnhaars,1994) pertama repsonse lags
antara pionir yang pertama memasuki
pasar dan perusahaan kedua yang memasuki pasar memberikan kesempatan kepada
pionir untuk menjadi monopolis temporer dan meraup pendapatan substansial,kedua pionir berkesempatan untuk
mencapai skala ekonomis sebelum later entans.ketiga pionir berpeluang membangun loyalitas merek dan switching
cost ( baik ekonomis maupun psikologis),terlebih dahulu,sehingga setiap
pendatang baru harus bekerja keras guna meyakinkan pelanggan agar bersedia
beralih ke produknya.keempat,pionir
berpeluang mendapatkan citra dan reputasi positif atas daya inovasi dan
keprogresfannya dalam membuka pasar,kelima
terciptanya hambatan masuk bagi
para later entrans bila pionir mendapatkan perlindungan hak paten.keenam pionir berkesempatan mendominasi jaringan distribusi dan
periklanan,sehingga hanya akan tersedia tempat terbatas bagi para pendatang
berikutnya,ketujuh pionir dapat
menciptakan standar produk,standar industri,dan basis pelanggan yang berguna
untuk mendukung penyepurnaan produk selanjutnya.kedelapan,pionir berpeluang untuk mempercepat proses belajarnya
dalam hal poduksi dan teknologi dibandingkan para pesingnya kesembilan,pionir dapat mendominasi
berbagai aset langka seperti,sumber daya alam,lokasi dan rak pajangan di gerai
ritel.
Kalyanaram,robinson dan urban (1995)
menyatakan bahwa keunggulan berkesinambungan bagi pionir berasal dari tiga
level,level konsumen,level saluran,distribusi dan level perusahaan ketiga
faktor
ini berkaitan dengan cara konsumen pertma kali memilih dan membeli ulang suatu
produk.pionir harus unggul dalam teknologi(untuk di butuhkan investasi
besar);risiko kegagalan
dalam
introduksi produk baru relatif besar,biaya riset dan pengembangan produk sangat
mahal,proses inovasi acap kali harus melewati tahapan-tahapan panjang yang tidak
berguna(long,long useless stages)sehingga pionir harus membuka jalan dengan
menciptakan dan mengembangkan permintaan primer(brown,1997;jain 2000;schnaars;
1994) tantangan-tantangan ini harus di atasi dengan pengembangan 4 keterampilan
utama (D’Aveni 1994) pertama keterampilan inovasi yang di dukung dengan proses
riset dan pengembangan yang cepat dan inovatif serta keberanian untuk mengambil
risiki.kedua customer knowledge,dalam artian mampuh memahami keinginan dan
preferensi pelanggan secara intitutif,ketiga keterampilan penetrasi,pasar
secara cepat dalam rangka meraih pangsa pasar yang di dukung pula dengan
reputasi nama merek yang positif keempat,keterampilan pemanufakturan,fleksibel
yang bisa mendukung kecepatan peluncuran produk baru.
Inovasi cenderung mengalami proeses difusi
yang relatif cepat diantara para pesaing,khususnya dalam situasi (D’Aveni
1994):1 dimungkinkan untuk dilakukan reverese engineering 2.pemasok peralatan
membantu transfer teknolgi utama atau know-know bisnis lainnya;3 pengamat
industri,asosiasi dagang atau kelmpok profesional membantu transfer teknologi
dan know-know bisnis lannya 4.pembeli mendorong pemanufaktur lainnya untuk
menjadi sumber pasokan qualified kedua atau ketiga;5 perpindahan karywan antar
perusahaan kerap terjadi;dan 6.informasi rahasia acap kali’bocor’tanpa di
tuntut secara hukum.setidaknya ada empat tipe imitasi,mulai dari yang berupa
duplikasi terhadap produk terkenal secara ilegl dan sembunyi-sembunyi sampai
produk yang benar-benar baru dengan inspirasi dari merek pionir
(schaanrs,1994),tipe pertama,counterfeits atau di sebut pula product pirates
yaitu produk-produk tiruan yang memalsukan atau membajak nama merek simbol,logo
atau merek dagan produk asli/orisinal(biasnya merek-merek ternama)contoh kasus
yang kerap dijumpai adalah penjualan produk-produk bajakan,seperti kaet
CD,VCD,buku parfum,arloji,kemeja,sepatu,jaket kulit,videogames,pita atau tinta
printer,dan lain-lain.tipe kedua,knockoffs atau clones,yaitu produk-produk
tiruan yang sangat mirip atau kompatibel dengan produk orisinal,tetapi
mengunakan nama merek sendiri contoh yang paling jelas dapat di jumpai dalam
industri komputer kesuksesan komputer personal IBM yang di perkenalkan pada
tahun 1981 di tambah kebijakan ‘open architecture’menciptakan pasar sekunder
bagi komputer-komputer yang kompatibel diertai kulitas yang tak kalah
canggihnya dibandingkan IBM.
Tipe ketiga,design copies atau trade dress yang meniru dan
mengandalkan gaya (style),desain,model atau corak produk pesaing yang
populer.sebagai contoh,banyak pengamat otomotif yang
7-9
menyatakan bahwa mobil-mobil buatan jepang.meniru
karakteristik desain mobil jerman dan inggris,diantaranya,bentuk
lexsus(toyota)dianggap meniru mercedes dan mazda miata dinilai sebagai design
copy dari triumph spitfire.contoh-contoh lainnya yang banyak di jumpai meliputi
kemasan yang mirip satu sama lain dalam produk agar-agar powder,air mineral
dalam kemasan,ikan kaleng,dan kamus webster.tipe keempat yang paling
inovatif,yaitu creative adaptations.dalam tipe ini,perusahaan melakukakan
penyepurnaan inkremental atas produk yang sudah ada atau mengadaptasikannya
pada arena kompetisi yang baru (aplikasi baru).later entrans dapat menekan
risiko kegagalan introduksi produk baru dan biaya menciptakan permintaan primer
atas kategori produk.pertama later entrans bisa terhindar dari produk-produk
yang tidak berpotensi.kedua later enntrans dapat menhemat biaya riset dan
pengembangan yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan menguji berbagai konsep
produk baru,ketiga,later entrans memiliki peluang menyepurnakan produk maupun
proses pionir lewat teknik reverse engineering,keempat,later entrans bisa
memanfaatkan penghematan biaya R&D untuk keperluan positioning dan promosi
besar-besaran kelima,biaya mendidik pelanggan lebih murah,karena pionir telah
membuka jalan terlebih dahulu,keenam tersedia peluang bagi para later entrans
untuk melakukakan’lompatan kata’(tecnological leapfrog)yang bukan saja
menyepurnakan teknologi inovator,namun juga menciptakan technological
discontinuities,ketujuh,terbuka peluang bagi para later entrans untuk
mendapatkan manfaat dari perubahan selera pasar kedelapan,later entrans
berpeluang memanfaatkan pengalaman serupa(shared experiences) dalam memasarkan
produk sejenis).
8.3 Determinan Kepemimpinan Pasar
Di
indonesia, data menunjukkan beberapa pionir sukses yang hingga saat ini masih
mendominasi pasar, misalnya aqua (industri air mineral dalam kemasan), sanyo
(pompa air), teh botol sosro (teh botol), baygon ( pembasmi nyamuk), honda (
speda motor), coke (minuman kola), gillete (pisau cukur), dan sony (produk
elektronik). Namun pada saat bersamaan terdapat pula beberapa ionir yang gagal
bertahan sebagai pemimpin pasar. Contoh nya antara lain odol (pasta gigi),
wordstar (program pengola kata), VisiCalc (spreadsheet), supermie (mie instan),
dan atari (video games). Dalam industri – industri ini justru later entrants
yang mendominasi pasar pepsodent (pasta gigi), microsoft word (program pengolah
kata), microsoft excel (spreadsheet), indomie (mie instant) dan sony playstation (video games).
Dengan demikian, jelaslah bahwa timing
memasuki pasar bukanlah faktor kritis yang menentukan kepemimpinan pasar.
Berdasarkan penelitian mendalam terhadap 50 kategori produk, tellis
dan golder
(1996) mengemukakan 5 faktor
kunci penentu kepemimpinan pasar. Pertama
visi mengenai pasar keseluruhan yaitu pertimbngan secara cermat atas potensi
pasar masal dan memulai berbagai upaya riset terintegrasi guna memungkinkan
tersedianya produk dan kesesuainannya dengan kebutuhan masal tersebut. Kedua, persistensi atau keuletan
manejerial, menyangkut komitmen utuh pada merek dan pasarnya, termasuk selama
periode suram yang di tandai dengan adanya hambatan teknologi dan /atau
hambatnya akseptansi konsumen. Ketiga,
komitmen finansial terutama berkaitan dengan akses kesumberdaya atau institusi
finansial (seperti bank, pasar modal,pemegang saham,dan perusahan asuransi) dan
keinginan / kesediaan untuk memanfaatkan sumber daya finansial yang tersedia. Keempat, inovasi berkesinambungan tanpa
kompromi, seiring terjadinya perubahan preferensi konsumen, perkembangan
teknologi dan intensits persaingan. Kelima,
aset leverage yaitu kemampuan memanfaatkan dan memperluas keunggulan yang sudah
ada, misalnya reputasi perusahaan citra nama merek, jaringan distribusi,
kapabilitas produk, kehlian manajerial dan kekuatan finansial salah satu
contohnya adalah kesuksesan IBM dalam bisnis komputer mainframe yang membuat
IBM mendapat pengakuan merek dan keunggulan distribusi yang kuat untuk memasuki
pasar komputer personal.
8.4 Proses Pengembangan Produk Baru :
Sequential Model
Sebagian
besar perusahaan memiliki sistem dan proses formal untuk mengelola program
pengembangan produk baru, secara umum proses – proses tersebut memiliki kesamaan dalam hal 6 tahap pokok yang terdiri
atas : (1) Pemunculan ide (idea generation) (2) Penyaringan (screening) (3)
Pengembangan produk (4) Pengujian produk/ pasar (5) Analisis bisnis, (6)
Komersialisasiiset
1.
Tahap I : Pemunculan ide
Proses
pengembangan produk baru berawal dari pencarian ide – ide produk baru bisa
berasal dari sejumlah sumber, misalnya dapertemen dan pengembangan, konsumen,
ilmuwan, pesaing, karyawan (terutama wiraniaga), anggota saluran distribusi
(distributor), dan manejemen puncak
Ada
beberapa teknik yang bisa membantu setiap individu dan kelompok dalam
organisasi menghasilkan ide – ide yang lebih baik.
·
Daftar Atribut
·
Forced Relationship
·
Analisis Morfologi
·
Identifikasi kebutuhan/Masalah
·
Brainstroming (curah gagasan)
·
Sinektik
2.
Tahap II :
Penyaringan Ide
Tahap
penyaringan ide terdiri atas sejumlah aktivitas yang di rancang untuk mengevaluasi
konsep produk baru . kegiatan – kegiatan penyaringan dapat meliputi : (1) studi
potensi pasar (maket potensial studies), (2) pengujian konsep (concept test),
(3) model skoring (scoring model)
Tujuan
penyaringan ide adalah menolak ide – ide buruk sedini mungkin.
3.
Tahap III : Pengembangan Produk
Ide –
ide menarik harus di sempurnakan menjadi konsep produk yang dapat di uji. Ada
perbedaan antara ide produk, konsep produk, dan citra produk yang di namakan
ide produk adalah produk yang mungkin di tawarkan perusahaan ke pasar
4.
Tahap IV : Pengujian Pasar / Produk
Tujuan
tahap ini adalah untuk : (1) memberikan penilaian lebih rinci mengenai peluang
sukses produk baru, (2) mengidentifikasi penyesuaian – penyesuaian akhir yang
di butuhkan
untuk
produk, (3) menetapkan elemen – elemen penting dalam program pemasaran yang
akan di gunakan untuk memperkenalkan produk – produk di pasar.
5.
Tahap V : Analisis Bisnis
Tujuan
analisis bisnis adalah mendapatkan gambaran sekomprensif mungkin tentang dampak
finansial yang bisa di peroleh dari memperkenalkan sebuah produk baru
6.
Tahap VI : Komersialisasi
Tahap
komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi peluncuran
(launcing strategi). Produk baru ke pasar pada prinsipnya terdapat tiga
komponen strategi peluncuran produk baru, yaitu :
·
Penentuan timing introduksi produk baru
·
Pemilihan strategi merek (branding srategy)
·
Koordinasi program – program pemasaran yang
mendukung introduksi produk baru, seperti program harga, promosi, dan
distribusi
8.5 Proses Pengembangan Produk Baru :
Simultaneous Model
Squential
model bukanlah satu – satu nya model yang bisa di gunakan dalam rangka
pengembangan produk baru. Squential model berusaha menekan resiko kegagalan
produk baru dengan jalan melakukan riset pasar ektensif guna menyeleksi
sejumlah besar ide menjadi beberapa ide yang di anggap paling mungkin sukses.
Simultaneous
model lebih menekankan pentingnya respon cepat dan proses yang sifatnya
simultan atau berlangung serentak. Model ini terdiri atas tiga tahap pokok :
1.
Pengembangan Teknologi
Tahap
ini berfokus pada riset ilmiah dan teknik rekayasa. Tujuan utamanya bukan
menghasilkan produk – produk yang dapat di pasarakan namun lebih di tekankan
pada penemuan platform teknologi yang dapat di jabarkan atau di kembngkan lebih
lanjut ke dalam bermacam – macam produk potensial dan produk yang sudah ada.
2.
Pengembangan Produk
Dalam
tahap ini, perusahaan berusaha menerjemahkan platform teknologi yang telah di
temukan ke dalam produk – produk yang dapat di pasarkan.
3.
Pengembangan Pasar
Berbeda
dengan squential model yang mengandalkan satu atau segelintir produk yang di
harapkan bisa menjadi produk jawara simultanous model berusaha membanjiri pasar
dengan produk – produk yang memasukkan berbagai aspek berbeda dari teknologi
baru.
Jika
squential model lebih berorientasi pada pelanggan, maka simultanous model lebih
menekankan orientasi pada teknologi.
Di
bandingkan squential model, simultaneous model memiliki beberapa keunggulan di
antaranya : (1) lead times yang lebih singkat, (2) memungkinkan eksperimentasi
adaptabilitas terhadap setiap perubahan pasar dan reaksi pesaing, (3) lebih
cocok untuk inovasi yang sifatnya new – to – the – world. Misalnya penemuan
telepon seluler, CD player, video cassete recorder, mesin fax, microchip,
perangkat lunak komputer,dll. (4) lebih mengandalkan pasar untuk menentukan
produk yang di nilai sukses ketimbang bergantung pada akurasi peramalan jangka
panjang, (5) lebih bersifat action
13-14
oriented,
sehingga dapat terhindar dari sindrom analysis paralysis (melakukn analisis
secara berlebihan sehingga terlambat atau bahkan tidak sempat melakukan sama
sekali.
8.6 Kebijakan Strategik dan Taktikal
Dalam Manajemen Produk
Secara
garis besar strartegik dan taktikal dalam manajemen produk bisa di kelompokan
menjadi tujuh kategori :
1.
Positioning Produk
Positioning
produk bertujuan menciptakan diferensiasi unik dalam benak pelanggan sasaran
sehingga terbentuk citra merek atau produk yang lebih unggul di bandingkan
merek/produk pesaing.
2.
Repositioning produk
Bersifat
dinamis, artinya dapat berubah seiring dinamika lingkungan pemasaran, khususnya
perubahan perilaku konsumen dan intensitas kompetisi.
3.
Product – overlap strategy
Strategi
ini relatif unik karena bertujuan menciptakan persaingan bagi merek tertentu
milik perusahan sendiri.
4.
Lingkup Produk
Strategi
ini menyangkut perspektif terhadap bauran produk sebuah perusahaan, seperti
jumlah lini produk dan banyaknya item dalam setiap lini produk dan banyaknya
item dalam setiap lini yang di tawarkan.
5.
Desain Produk
Aspek
ini menyangkut tingkat standarisasi produk.
6.
Eliminasi Produk
Pada hakekatnya,
produk gagal atau produk yang tidak sesuai dengan portofolio produk perusahaan
merupakan kandidat untuk dieliminasi,
karena bisa merugikan perusahaan bersangkutan, baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang.
7.
Pengembangan produk baru
Di sejumlah
industri, inovasi teknologi merupaan kunci utama kesuksesan bersaing.
Globalisasi pasar menghadirkan tantangan bagi setiap perusahaan agar mampu
berinovasi secara berkesinambungan dalam rangka menawarkan produk jasa yang unik dan unggul.
Setidaknya ada delapan faktor yang perlu dianlisis
secara komprenif agar timing memasuki pasar bisa optimal. Pertama, kepastian
refereni pelanggan. Kedua, tingkat penyempurnaan teknologi baru
di
bandingkan teknologi lama. Ketiga, karakteristik teknologi pendukung. Keempat,
karakteristik produk komplementer. Kelima, ancaman pendatang baru. Keenam,
kemungkinan mendapatkan increasin returns to adoption .Ketujuh, ketersediaan
dan akses sumber daya organisasi. Kedelapan, reputasi dan kredibilitas
perusahaan.
8.7 pemasaran jasa
Sebagai
salah satu bentuk produk,jasa dapat di artikan sebagai “setiap tindakan atau
perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada
dasarnya bersifat intangible(tidak berwujud fisik)dan tidak menghasilkan
kepemilikan sesuatu” (kootler,2000).walaupun demikian produk jasa dapat
berhubungan dengan produk fisik.maupun tidak maksudnya,ada produk jasa murni
(seperti child care,pengacara,konsultan gizi,dan konsultan manajemen),adapula
jasa yang memebutuhkan produk fisik sebagai persyaratan utama (misalnya kapal
untuk angkutan laut.pesawat dalam jasa penerbangan,dan makanan di restoran).
Literatur
pemasaran jasa mengungkap bahwa jasa memiliki sejumlah karakteristik unik yang
membedakannya dari barang dan berdampak signikfikan pada cara memasarkannya.
Secara
garis besar,karakteristik tersebut tersebut terdiri atas
intangibility,inseparability,variability/heterogeneity,perishabiility,dan lack
of owenership
1) Intangibility:
jasa berbeda dengan barang.bila barang merupakan suatu objek,alat atau benda
maka jasa adalah suatu perbuatan,tindakan,pengalaman proses,kinerja
(performance),atau usaha oleh sebab itu,jasa tidak dapat dilihat,dirasa,dicium
atau diraba sebelum dibeli dan di konsumsi.sejumlah implikasi sebagai konsumen
dan penyedia jasa bagi para pelanggan,ketidak pastian dalam pembelian jasa
relatif tinggi di karenakan terbatasnya search qualities,yakni karakteristik
fisik yakni karakteristik fisik yang dapat di evaluasi pembeli sebelum
pembelian dilakukan. Sebagai contoh,pelanggan dapat menilai secara rinci
bentuk,warna,dan model sebuah mobil yang diminati sebelum ia memutuskan untuk
membelinya. Namun,ia tidak dapat melakukan hal serupa untuk jasa potong rambut.
2) Inseparability:
Barang biasanya diproduksi,kemudian dijual,lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa
umumnya dijual terlebih dahulu,baru kemudian diproduksi dan konsumsi pada waktu
dan tempat yang sama. Pemeriksaan medis merupakan salah satu contohnya. Dokter
tidak dapat memproduksi jasanya tanpa kehadiran pasien. Karakteristik semacam
ini mempunyai beberapa implikasi.
Pertama,khususnya dalam jasa yang kontaknya tinggi,karena penyedia jasa dan
pelanggan sama-sama hadir,maka interaksi di antara mereka merupakan faktor
penting yang menentukan kepuasan pelanggan terhadap jasa tersebut Kieterlibatan,komitmen,kompetensi,dan
keseriusan pelanggan juga berperan
signifikan dalam memengaruhi hasil akhir jasa.kedua,Konsumen lainnya biasanya juga hadir. Mereka mungkin sedang
ngantri di depan teller sebuah bank.duduk
di meja lain di restoran yang sama,atau duduk menyimak kuliah di ruang kuliah
yang sama. Perilaku mereka dapat memengaruhi kepuasan terhadap jasa yang di
sampaikan.Ketiga,Pengembangan atau
perluasan jasa sulit diwujudkan.
3) Variability/heterogenety
/inconsistency
Jasa bersifat sangat variabel karena
merupakan non-standardized output,artinya banyak variasi bentuk,kualitas dan
jenis. Bergantung pada siapa,kapan,dan di mana jasa itu di produksi. Sebagai contoh,dua
kampanye iklan yang di rancang oleh sebuah biro periklanan yang sama maupun dua
kunjungan dalam waktu berbeda kesebuah restoran tidak akan identik dalam hal
kinerja yang di hasilkan. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan variabilitas
kualitas jasa: (1) kerja sama atau partisipasi pelanggan selama penyampaian
jasa: (2) moral/motivasi karyawan dalam melayani pelanggan: dan (3) beban kerja
perusahaan.
4) Perishabiilty
Perishability berarti jasa tidak tahan lama
dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong,kamar hotel yang tidak
dihuni,atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau
hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan. Kegagalan memenuhi permintaan
puncak bakal menyebabkan ketidakpuasan pelanggan.
5) Lack
of ownership
Lack of ownership merupakan perbedaan dasar
antara jasa dan barang.pada pembelian barang. Konsumen memiliki hak penuh atas
pengguna dan manfaat produk yang di belinya.
8.8 pemasaran produk dalam lingkungan virtual
Produk-produk
yang di pasarkan dalam lingkungan virtual
bisa di kelompokan menjadi 3 macam physichal products
transaction-related product,dan vitual products.dalam produk fisik( seperti kosmetik,mobil,sepatu,dan
tv),pencarian informasi dapat di lakukan secara online dan mencakup banyk
negara,namun penyelesaian transaksi mengharuskan pelanggan untuk datang ke
lokasi fisik tertentu untuk membeli produk atau produknya dikirim ke konsumen
di lokasi tertentu.
Produk
spesifik yang di perdagangkan lewat internet sangat beragam,diantarannya
komputer,mobil,rumah,pakaian,makanan, dan
minuman,bunga,binkisan(kado),buku,perankat lunak komputer,musik,video,online
games,asuransi,jasa keuangan,peralatan olahraga,perlengkapan kantor,dan mainan
anak-anak.
Pada
masing-masing kategori tersebut,di perkiraan bahwa ada beberapa jenis atau item
spesifik yang bakal meraih penjualan lebih besar,terutama yang memiliki
karakteristik-karakteristik berikut:
·
Item-item yang memiliki
berandrecogenition,tinggi,contohnya sony,dell dan lego
·
Barang-barang yang bisa di transformasi ke dalam
bentuk produk terdigitalisasi,seperti buku, music,dan video.
·
Item-item yang di sertai jaminan keamanan oleh
vendor terkenal atau pemasok yang sangat relieabel,seperti dell, L.L BEAN,dan www.amazon.com
·
Item-item yang relatif murah,seperti vitamin dan
perlengkapan kantor,
·
Item-item yang sering di beli,seperti
makanan,dan obat bebas
·
Komoditas dengan spesifikasi standar (seperti
buku,CD dan tiket pesawat) yang tidak terlalu membutuhkan inspeksifisik
·
Item-item yang proedur operasinya dapat di
demonstrasikan secara leih efektif dengan mengunakan video serta
·
Item-item yang terkemas(packagede items) yang
sangat di kenal konsumen dan tidak dapat di buka di toko tradisional,contohnya
obat,makanan,dan buku.
Komentar
Posting Komentar